DUMAI – UPT Puskesmas Purnama kembali menggelar Rapat Lokakarya Mini Bulanan sebagai ajang evaluasi kinerja dan koordinasi program. Kegiatan yang dilaksanakan di aula puskesmas pada hari Rabu, 24 September 2025 ini, dihadiri oleh seluruh Penanggung Jawab (PJ) Program untuk memaparkan capaian kinerjanya selama sebulan terakhir.
Dalam rapat tersebut, setiap PJ Program secara bergantian melaporkan hasil kegiatan, capaian target, serta kendala yang dihadapi di lapangan. Berbagai data, mulai dari hasil program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang baru selesai, tren kasus penyakit, hingga cakupan imunisasi, dibahas secara mendalam untuk merumuskan strategi perbaikan ke depan.
Setelah mendengarkan seluruh laporan, Kepala Puskesmas Purnama, dr. Diana Rabia, memberikan arahan khusus yang menyoroti isu strategis nasional, yaitu pencegahan stunting. Ia memberikan himbauan tegas kepada seluruh jajarannya, terutama pemegang program terkait, untuk terus memperkuat peran kader posyandu sebagai garda terdepan.
"Capaian kita bulan ini sudah cukup baik, namun perjuangan melawan stunting tidak boleh kendur sedikit pun," tegas dr. Diana dalam arahannya. "Saya minta kepada semua pemegang program, terutama Bidan Desa dan tim gizi, untuk tidak bosan-bosannya membina dan mengarahkan para kader kita. Kader adalah kunci. Giatkan mereka untuk terus mengajak dan bahkan 'menjemput bola' agar para ibu rutin membawa anaknya ke posyandu setiap bulan."
Menurutnya, pemantauan berat dan tinggi badan secara rutin di posyandu adalah metode deteksi dini stunting yang paling efektif. "Jangan sampai ada anak yang terlewat ditimbang. Jika ada indikasi gagal tumbuh, kita bisa langsung melakukan intervensi secepat mungkin. Peran aktif kader dalam hal ini sangat menentukan," tutupnya.
Lokakarya mini ini ditutup dengan komitmen bersama untuk meningkatkan sinergi antar program dan memperkuat pembinaan di lapangan, demi mencapai target kesehatan masyarakat yang lebih baik di periode berikutnya.
Editor : FT