DUMAI (29/07) – Dalam rangka memastikan perlindungan maksimal bagi para tenaga kesehatan (nakes) dan staf, UPT Puskesmas Purnama menggelar skrining Tuberkulosis (TBC) Laten melalui Tes Mantoux untuk seluruh karyawannya. Kegiatan yang diwajibkan bagi semua staf, mulai dari dokter, perawat, bidan, hingga jajaran administrasi dan penunjang, ini dilaksanakan di Aula Puskesmas Purnama pada hari Selasa, 29 Juli 2025.
Tes ini merupakan langkah proaktif dan prosedur standar yang sangat penting, mengingat tenaga kesehatan memiliki risiko paparan yang lebih tinggi terhadap berbagai penyakit menular, termasuk TBC, saat memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tujuannya adalah untuk mendeteksi adanya infeksi TBC Laten (infeksi TBC yang tidak aktif dan tidak bergejala) pada tahap sedini mungkin.
Proses skrining berjalan dengan tertib dan lancar. Setiap karyawan secara bergiliran mendapatkan suntikan tuberkulin di lengan bawah oleh petugas yang telah ditunjuk. Hasil dari tes ini akan dibaca dalam 48 hingga 72 jam ke depan untuk menentukan ada atau tidaknya reaksi yang mengindikasikan paparan kuman TBC.
Kepala Puskesmas Purnama, dr. Diana Rabia, menegaskan bahwa kesehatan para petugas adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
"Kami yang berada di garda terdepan harus dipastikan sehat dan aman. Skrining ini bukan hanya untuk melindungi diri kami sendiri, tetapi juga untuk melindungi pasien dan keluarga kami di rumah," ujar dr. Diana. "Ini adalah komitmen kami untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan memutus mata rantai potensi penularan. Jika nanti ditemukan ada hasil yang positif, tentu akan kami tindak lanjuti sesuai dengan protokol yang berlaku."
Kegiatan ini menunjukkan keseriusan Puskesmas Purnama dalam menerapkan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi seluruh jajarannya, demi memberikan pelayanan yang aman dan berkualitas bagi masyarakat.
Editor : FT