DUMAI (26/07) – Merespons kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin pekat dan mengkhawatirkan, UPT Puskesmas Purnama mengambil langkah darurat dengan mendistribusikan ratusan masker gratis ke sejumlah sekolah di Kelurahan Purnama dan Bagan Keladi.
Tim kesehatan dari Puskesmas Purnama diterjunkan langsung ke sekolah-sekolah tingkat SD dan SMP untuk memastikan para siswa, yang merupakan kelompok usia rentan, mendapatkan perlindungan primer dari dampak buruk kabut asap. Pembagian masker ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk menekan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang kerap melonjak saat kualitas udara memburuk.
Para petugas tidak hanya membagikan masker, tetapi juga memberikan edukasi singkat kepada para siswa dan guru tentang cara pemakaian masker yang benar serta pentingnya mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap masih pekat.
Kepala Puskesmas Purnama, dr. Diana Rabia, menyatakan bahwa tindakan ini adalah respons cepat yang harus segera dilakukan untuk melindungi kesehatan generasi muda.
"Kondisi udara sudah sangat tidak sehat. Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan terkena dampaknya karena sistem pernapasan mereka belum sekuat orang dewasa," tegas dr. Diana di sela-sela kegiatan. "Kami tidak bisa menunggu. Pembagian masker ini adalah langkah pertolongan pertama untuk melindungi paru-paru mereka. Kami mengimbau pihak sekolah untuk membatasi kegiatan di luar kelas dan memastikan semua siswa memakai masker jika terpaksa harus berada di luar."
Puskesmas Purnama juga menghimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada, banyak minum air putih, dan segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala batuk, pilek, sesak napas, atau iritasi pada mata dan tenggorokan. Pihak puskesmas akan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan lintas sektor untuk penanganan dampak kabut asap lebih lanjut.
Editor : FT